Bab 216. Bebas Derby

1093 Kata

Menjelang pengadilan penentuan, Pak Anggiat sempat menemui Derby lewat telepon. Dengan terisak dia berujar ke anaknya, Derby pun juga ikut terisak. Karena dia belum pernah melihat Papanya terisak hebat seperti itu. "Kamu harus kuat." "Iya, Pa." "Kamu harus ke luar dari penjara ini." "Iya, Pa." "Apapun Papa lakukan agar kamu bebas murni, nama baikmu juga harus Papa pertahankan. Papa akan berjuang demi kamu, Anaha Seang." "Iya, Pa." "Kamu harus bebas walaupun pahit, walau memang orang-orang tau kamu punya kekurangan. Yang kuat, Anaha Seang Anaha Bistok." "Iya, Pa." *** Dista memeluk Derby. Dia ikut terisak hebat mendengar kisah Derby. "Sampai Papa pake bahasa Batak, Dis. Hal yang nggak pernah dia lakukan di depan aku. Dan aku tidak tau artinya apa, tapi Papa memang sangat sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN