Sementara itu di Jakarta bagian Timur... Dista tetap menjalani hari-harinya seperti biasa, akan tetapi kegiatannya kini bertambah. Dista menjalanji kuliah jarak jauh di sebuah Perguruan Tinggi Negeri. Dista tidak perlu repot mengulang kuliahnya dari awal, dia hanya menyelesaikan beberapa mata kuliahnya yang tertinggal. Berbekal laptop pemberian Derby, Dista dengan tekun mengikuti kuliah. Dan kini kuliahnya pun hampir rampung. Dista merasa hidupnya makin lama makin membaik. Duka lara yang sempat dialaminya perlahan sanggup dia relakan. Baginya, the life must go on. Apapun yang terjadi, dinikmati saja, seperti menikmati kopi buatannya sendiri di café tempatnya bekerja. Hampir dua tahun ini tidak ada kontak dari Derby. Dista tidak terlalu memikirkannya. Karena memang itulah kesepakatan ant

