Suara pecahan kaca mengagetkan semua orang di ruangan pesta, terutama Fabian yang sedang lupa diri karena sedang menyesap manis dan lembutnya bibir ranum Eva. Fabian menarik ciumannya, membuat Eva yang masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi membelalakkan mata, tak sanggup berkata apa pun. Perhatian para tamu sudah tak lagi fokus kepada tontonan erotis yang baru saja diperagakan Fabian. Mereka kini melihat ke arah sumber suara–lebih tepatnya, dua sumber suara. “Maaf tanganku licin,” ujar Dave dan Miranda di dua tempat yang berbeda, secara bersamaan. Pemandangan yang sebenarnya cukup mengenaskan. Sebuah botol anggur merah yang usianya cukup tua pecah di sebelah Miranda karena wanita itu dengan sengaja menyenggolnya dari nampan yang dibawa seorang pelayan. Sementara di pihak D

