29. Mencoba

1928 Kata

Declan duduk di lantai, bersandar di dinding kaca. Kaki kirinya berselonjor, sementara kaki kanannya ditekuk ke atas, menopang tangan kanannya yang mengepal longgar. Pria yang wajahnya penuh luka memar itu menatap ke luar dinding kaca di lorong. Matanya mengamati dengan seksama sebuah mobil BMW hitam yang baru saja dimasuki oleh Eva dan Fabian. Seorang wanita memakai gaun satin merah berekor panjang mendekat ke arahnya. Tangannya memegang dua gelas minuman. Dia berjalan dengan sangat anggun dan luar biasa. Seandainya Eva tadi tak datang dengan penampilan seperti itu, pasti malam ini dialah yang menjadi primado pesta. Wanita itu melihat keluar untuk mencari tahu apa yang sedang diamati Declan. Matanya tak menemukan apa pun kecuali deretan mobil yang berjajar rapi. Dia juga menemukan bahw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN