Mollie mulai membuka kedua matanya. Dia mengedarkan pendangan ke seluruh ruangan, seakan tidak percaya dengan apa yang dialaminya semalam. Pandangan mata Mollie menemukan Kian yang kini berdiri dengan memegang tangannya. “Kian,” panggil Mollie. “Ya. Ada apa?” “Kenapa kau masih ada di sini?” “Lalu … dimana aku seharusnya berada?” “New York. Kau mengatakannya padaku,” ujar Mollie. “Mollie, aku tidak ada perintah kerja ke sana. Lagipula … untuk apa aku melakukannya?” jelas Kian. “Apa yang terjadi padaku?” tanya Mollie. “Kau demam, hingga berhalusinasi,” ujar Kian. “Tidak, itu terlihat sangat nyata.” “Baiklah, sekarang … yang kau butuhkan hanya beristirahat. Kau harus memejamkan mata,” ujar Kian. Mollie hanya mengangguk dan kembali memejamkan ke dua matanya. Semua orang berjalan k
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


