Mengusap air matanya, Kaleena pun mengusap perutnya yang membesar. Bagaimana bisa dia berbicara seperti itu pada Kaleena. Seharusnya dia itu berpikir seribu kali sebelum mengucapkan kata itu. Kalau Alden tidak menganggap dirinya, atau marah pada Kaleena. setidaknya jangan membawa bayinya dan mengatakan jika ini bukanlah anaknya. Mungkin dia lupa kalau selama pembuahan juga sama dia kan, nggak sama yang lain. Ciuman sama Aiden cuma sekali masa iya Kaleena langsung hamil? Lewatnya mana? Itu cuma ludah bukan cairan kental berwarna putih pekat. "Jangan dimasukin hati ya, Alden kalau marah suka nggak kontrol." kata Magdalena mengusap baju Kaleena yang masih bergetar. "Gimana aku nggak sedih sih Mi, anak aku aja sama dia nggak diakui. Padahal dia tahu, dia yang hamilin aku. sekarang giliran

