Rencana Jahat Shinta

1200 Kata

Sampai di parkiran mobil pun, nino masih bertanya terus kepada Dava. Dava yang memiliki sifat dingin memang lebih memilih mengacuhkan pertanyaan sahabatnya itu. "Handphone Lo bunyi terus tuh. Angkat dulu," ucap Dava saat mendengar handphone Nino yang berdering terus-menerus. "Gak ada namanya," jawab Nino setelah melihat layar handphonenya. "Angkat aja, siapa tau penting. Dari pada Lo berisik nanyain jawaban ke gue mulu," sindir Dava. "Gue angkat dulu, tapi nanti Lo tetap gue tanya," ucap Nino. Nino pun akhirnya mengangkat panggilan tersebut. Ia keluar sejenak dari mobil Dava. Dava pun hanya memperhatikan Nino tak jauh dari mobilnya. "Emm… Dav. Gue balik sendiri aja deh," ucap Nino saat kembali ke mobil Dava. "Lo marah karena gue gak jawab pertanyaan Lo? makanya mau pulang sendiri,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN