Hermawan dan Dian masih berdebat tentang masalah Nino. Hermawan terus mendesak Dian agar menyuruh Nino untuk kembali pulang ke Yogyakarta. Mereka harus membicarakan semuanya sebelum tersebar lebih luas lagi. "Gimana mah? Diangkat gak?" tanya Hermawan dengan bertolak pinggang. "Enggak pah," ucap Dian lesu. "Kemana anak itu? Disuruh pulang, bukannya langsung pulang, malah seperti ini. Bikin malu aja!" ucap Hermawan dengan kesal dan resah menjadi satu. "Papah yang sabar kenapa sih! Dari kemarin selalu saja nyudutin Nino, nyalahin Nino. Pusing mamah dengarnya," ucap Dian kesal. "Gimana papah mau sabar mah. Lihat tuh anak yang selalu mamah manja kelakuannya kayak apa. Di depan aja sok alim tapi di belakang malah kayak gitu. Gak mau dijodohin tapi anak orang udah dicicipin dulu sebelum hala

