"Sayang… kamu gak apa-apa kan nak?" tanya Eva yang khawatir dengan sang anak. "Suci mau mau ke kamar mah. Jangan ganggu Suci dulu ya," ucap Suci lalu memutar tubuhnya. "Biar mamah bantu ya nak." "Gak usah mah. Aku bisa sendiri," tolak Suci lalu berjalan meraba sekeliling menuju kamar. Sedikit banyak Suci sudah hapal dengan kondisi di dalam apartemen. Setiap hari ia ditemani oleh Eva untuk menghapal letak ruangan-ruangan yang ada di dalam apartemen. "Sayang… biar mamah bantu ya," ucap Eva yang melihat Suci tersandung hingga terjatuh. "Aku bisa sendiri mah. Tolong lepasin," pinta Suci. "Tapi nak–" "Mah… tolong, biarkan aku berusaha sendiri," ucap Suci yang berbicara sedikit keras. "Mah, sudah-sudah. Biarkan Suci sendiri untuk menenangkan diri." Damar membantu Eva untuk berdiri. Suci

