Suasana terasa canggung ketika selesai makan. Entah Nino harus bicara apa pada Damar karena yang ia lihat Damar seperti enggan berbicara dengannya. Hingga, suara Eva memecah kesunyian yang ada. "Kenapa kalian pada diem-dieman gini?" ucap Eva yang menatap heran Nino dan juga suaminya. "Lebih baik kita pulang mah. Papah juga sudah selesai makannya," ajak Damar tanpa menjawab pertanyaan sang istri. "Sebentar pah. Papah bilang mau bicara sama Nino kalau ketemu. Sekarang sudah ketemu, malah diem-dieman gini." "Tadi kan sudah mah. Papah rasa itu juga sudah cukup," ucap Damar. "Emm… om Damar tunggu." Nino menahan Damar yang hendak pergi. "Kita bicarakan semuanya supaya tidak ada yang salah paham." "Tuh, papah dengar kan. Kasih waktu dulu untuk Nino jelasin semua," ucap Eva. "Apa yang mau k

