Special 69

1153 Kata

"Dasar hantu gila! Kemana saja kamu selama ini?" semprot Zoeya begitu Iliana menampakkan batang hidungnya di apartemen. "Maafkan aku, Zoeya." Iliana penuh penyesalan mengatakan dengan lemah. Sesaat kemudian tangis Iliana meledak, dia lemas dan jatuh tersungkur ke lantai sambil terus mengucurkan air matanya. "Cukup. Jangan menangis. Saya tidak akan tertipu dengan akting murahanmu. Sekarang jalaskan apa yang sudah terjadi pada saya selama kamu meminjam tubuhku?" Zoeya mencecar tanpa menghiraukan kesedihan Iliana. "Ibuku, tenyata ibuku selama ini di kurung dalam rumah sakit jiwa. Jihan telah menjadikan ibuku gila karena ibu satu-satunya saksi mata saat Jihan membunuhku, aku sungguh tidak menyangka dia akan sekeji itu," kata Iliana sedih di sela sesengguknya.  "Cukup! Saya tidak ingin tahu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN