Cairan hangat terasa membasahi celana dalam Kanaya, tusukan rasa sakit yang sebentar-sebentar muncul dan sebentar sebentar hilang mulai mendera perut Kanaya. “Aduhhhh, sepertinya gue udah pecah ketuban...” keluk Kanaya pada Dhany yang sedari tadi tiduran di sampingnya sambil mengelus-elus perut Kanaya. “Hahh, masa sih sayang? Bukannya perkiraannya masih seminggu lagi?” tanya Dhany tak percaya. “Iya, gue yakin banget.. Selain air ketuban sudah pecah, gue juga ngrasain kontraksi yang terus menerus dan sakit, Dhan!” “Ohh, okey, okey.. Gue akan woro-woro ke semua biar segera siap-siap, kamu yang sabar ya sayang. Tahan dan tenang..” kata Dhany yang bergegas bangun dan berlari menghampiri keluarga besarnya yang tengah berkumpul untuk makan siang. “PERHATIAN!!! Istri gue mau lahiran, woiii pe

