Sebuah pesan mengejutkan masuk ke group chatting keluarga Profesor Alex, group yang diberi nama 'Dinasty Tamsih' itu didirikan oleh Nathasya dan Kanaya untuk saling mengabari keadaan dan perkembangan putera-puteri mereka yang dijaga bersama oleh almarhum Bu Rida. Group itu awalnya hanya beranggotakan Nathasya, Profesor Alex, Kanaya, dan Dhany. Tapi seiring mendewasanya putera-puteri mereka, Nathasya menambahkan Evan, Sveta, Sheryl, dan Sean ke dalam group itu. Lalu siapakah yang memberi nama group ini seantah berantah itu? Siapa lagi kalau bukan Dhany Tuswantono. Dhany bahkan awalnya memberi nama group itu 'Dinasty Tuswantono', tapi karena protes dari Profesor Alex dan Kak Nathasya yang merupakan nyonya Tamsih. Maka akhirnya dengan tidak ikhlas Dhany menyetujui tampuk kekuasa

