99. Satu Bulan

1203 Kata

"Jangan mangkir? Maksudnya jangan mangkir apa ya?" gumam Dania sambil menatap layar ponsel sesaat setelah mantan ibu mertua mengakhiri panggilan. Diletakkannya ponsel itu kembali di atas meja. Tak lama kemudian, Dion menghampiri dengan napas terengah. "Capek. Dion abis main sama papa. Tapi papa kalah," ujarnya kemudian mengambil botol minum dari atas meja dan meneguk isinya. "Papanya mana?" tanya Dania, anaknya kembali seorang diri. "Masih di sana. Lagi ngobrol," jawab Dion. "Ngombol sama siapa?" Dania penasaran. "Sama ... itu papa!" tunjuk Dion pada sang ayah yang menghampiri. "Udah puas kan mainnya? Kita pulang, sekarang. Papa ada janji sama nenek," ujar Damar. "Iya, tadi mama telpon. Mas katanya ditunggu di rumah, jangan mangkir," sahut Dania. "Mama telpon ke kamu?" "Ke handpho

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN