95. Tedampar

1002 Kata

Damar melotot. "Ka, yang bener aja. Kamu tau aku gak suka." "Ya emang bener. Kamu pikir ini tempat apa? Untung aku bawa dua. Udah, buruan ikut. Itu juga kalau kamu gak mau harga diri kamu jatuh di depan calon mertua. Masa mau kalah saing sama bos hotel," ujar Shaka saat melihat Rio berjalan mengekori Herlan. 'Tergantung papa.' Kalimat itu kembali terngiang di telinga Damar. Ia pun pasrah, mengikuti langkah sang teman yang entah kebetulan seperti apa karena Shaka memiliki hobi yang sama dengan ayah Dania. Damar memasuki sebuah pintu yang di baliknya terdapat sebuah lapangan luas lengkap dengan kolam yang juga luas. Di sekeliling kolam itu terlihat banyak pria sedang duduk. Ya, begitulah. Ia terdampar di sebuah pemancingan sekarang. "Memangnya papa bisa mancing ikan?" tanya Dion yang se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN