109. Disidang

1212 Kata

"Dari mana saja kamu? Kenapa jam segini baru pulang?" "Papa, kalau aku dan Dion masuk dulu ke rumah, boleh?" Dania bertanya balik karena sang ayah bertanya saat ia baru saja turun dari mobil. "Ayo, Sayang!" Menuntun tangan anak dan meninggalkan ayah. Herlan menatap sebal sambil mengekori putri dan cucunya yang baru tiba di rumah malam hari. "Mama, Dion mau ke kamar," pamit anak itu. "Ayo, mama temani," sahut Dania serata mengikuti. "Heh! Mau ke mana kamu?" Herlan menahan lengan putrinya yang hendak beranjak. "Aku mau nemenin Dion, Papa," jawab Dania, beralasan. "Gak usah. Dion bisa pergi sendiri ke kamar. Duduk!" perintah Herlan dengan tegas. Dania mengerucutkan bibir. Tetapi tetap menurut, mendaratkan diri di sofa yang ada di ruang tengah. "Udah pulang, Sayang?" Wina keluar dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN