Tangan Jun menatap pada cermin saat itu bergerak tepat di belakang tubuh. ia gumuli kekasihnya tanpa ampun. Selama beberapa hari ini terus menahan emosi karena kelakuan gadis kesayangannya. Kini ia melepaskan semua hasratnya dan amarahnya. Berkali-kali Reya terdorong, Jun makin tak tau diri akibat amarah yang menguasai . Pria itu coba mencari kenikmatan untuk dirinya dengan sedikit keras. Hari ini bermain secara kasar saat ini adalah posisi kesukaan Jun. Bahkan kini lirih gadis itu terdengar di ruangan. Entah sudah berapa kali Jun melakukan gerakan yang semakin dalam dan mengoyak tubuh Reya. Telinganya mendadak tuli, Jun saat ini tak mendengar ketika gadis di hadapannya mengaduh karena kelakuan yang ia lakukan. Tatapan Reya sudah sayu sekali, lelah. Namun tetap saja Jun tak peduli, ia

