Pagi yang cerah di luar sana, Revano tak henti menatap wajah cantik istrinya. Apa lagi saat Revano mengingat cerita adiknya semalam akan istrinya ini. Dibelainya rambut panjang istrinya dan mencium kening istrinya. ‘Ka tahu gak, saat kaka dinyataakan koma. Ka Melanie tidak pernah keluar dari ruangan ini, keculi ia keluar ke ruangan perawatan depan dan berbicara pada Dokter!’ ‘Ka Melanie masih takut untuk meninggalkan kaka, yang waktu itu pernah kritis dan beberapa kali harus mendapatkan tindakan gawat darurat lagi.’ ‘Makan pun kalau ka Riana tidak datang untuk memberikan makanan untuk ka Melanie, mungkin ka Melanie tidak akan makan dan setiap harinya selalu menangisi kaka.’ Revano diam, menghembuskan napas berat dan kembali menatap Melanie. “Sebesar itu kah cintamu padaku sayang?” tan

