White menutup telepon. Dia sangat kebingungan sekarang. Dia tak bisa mengusir orang begitu saja. Yah, tentu saja karena dia terlalu baik hati. Apalagi, tamu tersebut usianya lebih tua. Cukup tua, hingga bisa dianggap ayah olehnya. Perlahan White mengintip dari balik pintu kamar. Laki-laki itu masih berdiri di ambang pintu. Namun, beberapa menit kemudian, laki-laki itu akhirnya masuk ke ruang tamu. White langsung keluar dari kamar, ingin rasanya dia segera meminta orang tersebut keluar, namun dia canggung, dan tak bisa langsung mengatakan maksudnya seperti yang telah diperintahkan Body. "Bagaimana, apa kau sudah menyampaikan kepada Body, bahwa aku ada disini?" "M-Maaf Khun, Phi Body ... tidak bisa pulang saat ini. Sedang banyak pekerjaan. Ya, ada banyak pekerjaan yang harus dia lakukan se
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


