Hari ini sebenarnya Ratu harus menyelesaikan banyak pekerjaan yang sudah terbengkalai beberapa waktu ini. Jelas saja terbengkalai karena dia sibuk menggalau sendirian dengan urusan patah hatinya yang masih berlarut-larut sampai sekarang. Tapi sayangnya, panggilan telepon itu membuat Ratu menghentikan sejenak pekerjaannya. Panggilan itu bukan dari sahabatnya Athena atau Sisil, melainkan dari seseorang yang baru dia kenal beberapa hari ini. Bimo, calling you... Ratu segera meraih ponsel yang berada di atas meja kerjanya. Lalu menggeser tombol hijaunya. "Hallo," jawab Ratu. "Hai, apa aku ganggu kamu?" tanya Bimo dari ujung sana. Ratu melengkungkan senyumnya. "Enggak tuh, apakabar?" "Kabar baik, kamu?" Jari jemari Ratu yang lentik meraih pulpen berwarna emas lalu mencoret-coret asal ke

