Keterkejutan mematikan pertahanan yang mungkin dibangun oleh Ratu. Sudah terlambat kedua tangan Derrick merengkuh kepala Ratu menjalin jemari melalui helaian rambut Ratu, melonggarkan nya sampai terjatuh di punggung Ratu. Ratu tahu, dirinya seharusnya melawan tetapi nyaris tidak bisa bernapas saat merasakan bibir Derrick menekan hangat. Rasanya memabukkan hingga dia membuka diri dan membiarkan ciuman itu berlanjut. Tekanan bibir Derrick berubah, kini lebih tegas, lebih keras, lidahnya menelusuri sepanjang garis bibir Ratu yang terkatup rapat. Ratu masih berusaha melawan, namun jantungnya berkhianat dan mulai berdebar lagi, darahnya menyembur di pembuluhnya. Derrick menciumi seluruh bibirnya, menyentuh, mencicipi... Ini menjadi pertarungan niat dan seketika itu juga sesuatu menyerah di

