Dua jam yang lalu... Ratu yang setelah kepergian Derrick mulai tenang, lantas memilih untuk bangkit berdiri dan berpikir untuk mengambil air minum karena tenggorokannya terasa sangat kering. Ia pun lantas mengayunkan langkah untuk pergi ke arah dapur, namun belum juga dia sampai ke dapur ponselnya berdering nyaring, menampakan sebuah nomor tanpa nama. Ratu mengerutkan kedua alis matanya, mengingat kembali siapakah gerangan pemilik nomor telepon itu. Dengan ragu, Ratu lantas menggeser tombol hijaunya. "Halo." "Hai Mbak, ini dengan adiknya Mas Bimo.." Degh! Sejenak Ratu terdiam saat mendengar bahwa yang menelpon itu adalah adik dari Bimo. Tak pernah terpikirkan olehnya bahwa adiknya Bimo akan menelpon dirinya setelah sebelumnya adalah orang tuanya yang meneleponnya. "Mbak..." Panggi

