Kalau boleh lari, Ratu mau lari saja, dia mau pergi dan menyimpan keterkejutan ini sendirian. Tapi... Dia tidak bisa melakukannya. Baginya ini seperti mimpi, berkali-kali dia mencubit tangannya sendiri, tapi nerujung dengan sakit dan perih. Karena sejujurnya Ratu tidak pernah ingin membayangkan pertemuan ini akan terjadi lagi, mengingat bagaimana luka yang pernah dia berikan pada Derrick. Tapi, nyatanya ini semua, apa yang dia lihat memang bukan mimpi, ini adalah semua kenyataan yang memang seperti ini adanya. Derrick saat ini tengah berdiri tepat di hadapannya, tengah tersenyum dan baru saja menyapa. “Long time no see ya...” lanjut Derrick yang kembali mencairkan suasana tegang diantara mereka. Ratu berdiri tegak di hadapannya tanpa ekspresi, dan hal itu membuat Derrick ke

