Athena terus memandangi sahabatnya yang masih memilih untuk tetepa dudul di sebuah kursi yang disediakan untuknya. Tatapan matanya tampak mengosong dan terus memandang lurus pada nisan yang yang bertuliskan nama lengkap suaminya dan juga foto yang memang sengaja di tinggalkan di sana. Tangan Athena terulur dan mengusap-usap lembut bahunya. “Kita pulang yuk, hari udah sore.” Ratu memiringkan kepalanya ke arah Athena namun tidak melihat ke arahnya. “Gue sama Sisil bakalan ada sama elo,” lanjut Athena. “Kasian Riella, Na... Dari kemarin dia di tinggal terus,” balas Ratu dengan nada suaranya yang terdengar masih begitu lesu. Athena melengkungkan senyumnya. Lalu kembali berkata, “Ariella ikut kok, jadi lo nggak usah khawatir.” “Oh... Iya...” Ratu kembali menatapi foto itu dengan seulas se

