Perjanjian

2193 Kata

“Mah, ini Sisil calon istri Leo.” Seketika fokus suami istri itu langsung menatap lurus pada sosok Sisil yang berdiri tepat di sebelah Leo. Pandangan mata mereka seolah sedang mensensor wanita itu, dari atas ke bawah lalu kembali lagi ke atas, dan tentu saja hal itu menimbulkan kegugupan yang teramat sangat dari Sisil. Bagi Sisil rasanya seperti sedang menemui calon besan beneran. Calon besan yang benar-benar pilihan sendiri. Seulas senyum tipis nampak di wajah ke dua orang tua itu, lalu mereka saling menatap satu sama lain. “Duduklah, kita ngobrol dulu...”kata sang ayah dengan nada suaranya yang tegas dan penuh wibawa. Sisil dan Leo duduk tepat di hadapan mereka berdua yang saat ini masih menatap keduanya dengan tatapan yang rumit dan sulit di artikan. Namun sebisa-bisa Sisil tetap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN