"Ya, apa aku mengganggumu!" Bunga bertanya sambil berdiri di dekat Indra. Reski menggeleng, "Ti-tidak! Silakan masuk!" "Terima kasih!" Bunga menjawab dengan nada bicara dingin tanpa senyum juga tatapan yang lembut. Reski berjalan kepada Indra kemudian berbicara lirih, "Jangan sampai ada yang masuk ke sini. Ini kesempatan langka. Jadi, aku mohon kerja samanya!" "Baik, Tuan!" "Jangan lupa bawa jus jeruk untuknya!" Indra mengangguk kemudian meniggalkan ruangan bosnya. Sedangkan Reski menoleh ke arah mantan istrinya, menatap dengan tatapan lembut. 'Dia lebih cantik. Kalau kamu tidak menatapku, aku tak akan bisa mengenalimu!' Di dalam hati, Reski bicara sendiri. Reski mendekat ke arah Bunga yang duduk di sofa. "Apa kabar, Bunga?" Pertanyaan dari Reski membuat Bunga menaikkan pandanga

