"Sebenarnya dua hari lalu, Mama menyewa orang untuk mematai Bunga," ucap Nyonya Inggrid dengan suara lirih. Kedua orang yang menjadi pendengar itu hanya bisa melongo dengan wajah tak percaya. Hingga beberapa detik berlalu, Hera mulai bicara. "Memang ada apa, Ma? Kok harus dimata-matai?" tanya Hera penasaran. "Mama ingin tahu saja kerjaan dia setelah bercerai dari kakakmu. Waktu itu, orang suruhan Mama mengirimkan gambar yang membuat aku tak percaya. "Apa, Ma? Mama kalau cerita enggak pernah di selesain dulu. Kaya drama ikan terbang saja!" Hera kesal karena dia semakin penasaran. "Sabar dodol!" Nyonya Inggrid tak terima dengan ucapan putrinya. Wanita paruh baya itu merogoh ponselnya, dia memberikan ponselnya kapada Hera juga Rosmala. "Lihat! Dan jangan ribut!" Nyonya Inggrid memperin

