Bab. 21.

1450 Kata

"Kenapa malah bengong? Dasar wanita bod*h!" Nyonya Inggrid selalu bicara kasar pada menantunya. Bella tak ada niat untuk membuka suara, dia sudah capek meladeni mulut pedas ibu mertuanya. Dia hanya akan bicara kalau wanita paruh baya itu mengajaknya bicara. "Mama akan pulang, tapi nanti aku akan datang untuk menginap!" Pamit Nyonya Inggrid menatap malas ke arah menantunya. Bunga berdiri, mengambil punggung tangan Nyonya Inggrid kemudian bertakzim. Seberapa kasar sikap mertuanya, Bunga masih punya sopan santun juga rasa hormat, jadi wanita cantik itu seolah menganggap angin lalu setiap ocehan ibu mertuanya. Hembusan nafas panjang keluar dari bibir Bunga, tatapan lurus ke depan ke arah pintu utama. 'Setidaknya Mama tidak lama di sini, dia masih saja mempermasalahkan dengan kehadiran se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN