Sore pun tiba, Bunga sudah selesai bersiap untuk bertemu dengan pengacara. Dres bercorak bunga warna hitam membalut tubuhnya yang ramping. Rambutnya hanya dibiarkan tergarai. Hells setinggi tujuh centi sebagai pelengkap penampilannya. Make up tipis mencover wajahnya yang putih mulus, semua menjadi lebih indah dipandang. Bunga mulai merubah cara hidupnya dan cara berpanampilan. Tentu masih di jalur aman. Berubah masih ke tahap lebih baik. "Sudah begini saja! Dasar si Ferdy, katanya mau nemani aku ketemu pengacara, malah dia ada acara!" Bunga menyemprotkan minyak wangi dengan menggerutu tanpa henti. Dia pamit kapada asisten rumah. Setelah itu dia mengenadarai mobil miliknya yang dia titipkan ke sahabatnya. "Sudah lama kita tidak bertemu dan tidak menjelajah kota bersama. Apakah kau rind

