Chapter 18

2120 Kata

Suara yang keluar dari ketukan jari yang diciptakan Prillia di meja paling belakang yang kini ia tempati seolah menjadi irama pengiring pak Indra mengabsen kehadiran murid saat ini. Meskipun telinganya mendengar nama-nama yang bergantian dipanggil untuk memberikan keterangan kehadirannya, mata gadis itu malah terfokus menatap bangku kosong yang hanya berjarak beberapa bangku dari tempat ia duduk sekarang. Jarang sekali bangku itu kosong tak berpenghuni seperti saat ini. “Alfi Arkayuda.” Akhirnya nama yang sedari tadi Prillia tunggu-tunggu terdengar dipanggil oleh pak Indra. Pria berkumis itu mengedarkan pandangannya saat tak mendengar sahutan. Matanya menangkap bangku yang biasa Alfi duduk kosong. “Ada yang tau Alfi ke mana?” Tanya pak Indra. Mendengar pertanyaan pak Indra, terlihat tiba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN