Chapter 31

1373 Kata

Prillia menatap Daniel dengan tatapan nanar sementara tangannya tak pernah terlepas menggenggam tangan Daniel. Air matanya seolah tak pernah tak pernah habis, bahkan sudah berjam-jam menangis air matanya tetap mengalir deras. Hati Prillia terasa nyeri melihat seorang pelindungnya kini sedang terbaring lemah. Jika ia yang berada dalam posisi Daniel sekarang, pasti Daniel sudah melakukan segala cara agar Prillia segera bangun, namun Prillia kini tak bisa melakukan apa pun selain menangis keadaan pria tercintanya itu. "Papi," panggil Prillia lirih. Dibawanya tangan lemah Daniel menyentuh pipinya yang berair. "Prillia bisa kuat kalau semua orang jahat sama Prillia, karena Prillia punya Papi. Tapi gimana sekarang Prillia bisa kuat kalau papi kayak gini?" Gadis itu kembali terisak kencang. "B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN