Menurut referensi gue, tempat yang asik buat ngerjain Dean adalah di wahana permainan. Terutama di rumah hantu! Gue masih ingat bagaimana polahnya dulu ketika menjadi Udik, dia lari tunggang langgang dikejar hantu. "Buat apa kita kesini, Sayang?" tanya Dean keberatan. "Serah gue donk, kan lo yang bilang gue boleh menentukan tempatnya," jawab gue licik. "Bukan begitu Sayang, hanya saja kerjaan di kantor sedang menumpuk. Nah, di tempat seramai ini kan gak leluasa kalau aku menerima telpon dari kantor," kata Dean beralasan. Gue pura~pura merengut kesal.. bukan pura~pura sih, gue jengkel betulan! `"Oke... oke deh. Hari ini waktuku untukmu, Sayang," rayu Dean sambil memeluk bahu gue. "Yes! Sekarang, time to play!" seru gue heboh. Sengaja gue membawa Dean naik roll coaster, dulu saat di

