Babak Telungpuluh (30)

1619 Kata

Queeny pov "Morning, My Sweetie.  Bang Udin, cayangnya Miah Van Houten," sapa Miah Van Houten saat melihat gue dan Udik melintas. Sial, gue dianggap tak ada.  Sebelum Udik menjawab sapaan kenes itu, gue sontak memiringkan kepalanya dan melumat bibirnya mesra.  Miah Van Houten mendelik, seakan tak terima. "Woi, m***m di muka umum!  Digerebek satpam baru tau rasa lho!" cemoohnya bodoh. "Biarin, paling ya dikawinin lagi, gak ngaruh.  Lagian, mana mungkin satpam menggerebek.  Ini yang gue mesumin bang satpamnya sendiri!  Hweekk!"  Gue melet, meledek Miah Van Houten yang terpekur meresapi kata~kata gue. Wajahnya seakan mengatakan 'iya juga sih, kok gue begok gak mikir kayak gitu tadi?!' Si Udik tertawa-tawa, merasa bangga diperebutkan dua cewek!   Yaelah, Dik, tak usah bangga!  Lawan gue

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN