Lola pov Queeny ngambek itu hal biasa, apalagi kalau ngambeknya pada suaminya. Dean Prakoso. Tapi mengapa setiap kali ngambek, dia terus melibatkan gue? “Jadi lo bisa datang sekarang ke rumah mereka, Cantik?” tanya sosok dengan suara maskulin didepan gue. Jangan geer, jangan geer Lola, gue berusaha mengingatkan diri gue supaya tak mudah baper gegara ulah pria bermulut manis ini. Eh, mana gue tahu bibirnya manis? Kami belum pernah berciuman. Fix, sepertinya otak gue sudah error! “Ehm, apa gue perlu kesana?” tanya gue sok jual mahal. “Buat gue atau buat Queeny?” goda pria itu sambil tersenyum nakal. Astaga, lumer gue dibuatnya. Mengapa godaan setan begitu menggiurkan?! Gue tak bisa menjawab, yang ada gue men

