Queeny pov Gue merasa sangat suntuk! Gue telah berusaha merubah diri, sampai berhemat habis-habisan. Tapi mengapa gue masih disalahkan melulu? Memang Udik tidak mengomel panjang lebar, tapi mukanya agak~agak masam. Seakan kurang puas pada gue. Ih, nelangsa gue. Apalagi gue harus menghadapi Miah Van Houten yang selalu mencari gara~gara terus! Gue stres, menjelang depresi. Pagi ini begitu Udik berangkat mencari kerja, gue langsung cabut. Menemui Lola di kampus. Lola melihat gue, nyaris tak mengenal. "Ini lo, Queen?" "Bukan, gue hantunya Queeny!" sembur gue kesal. Lola terkekeh geli. "Sorry, Queen. Lo berbeda sekali, sih!" Huh, semakin merana hati gue melihat respon Lola. Belum lagi respon orang lain! "Gue diusir bokap, La!" "Hah? Kok bisa?" Gue menceritakan semua pada

