Dean pov Aku tak meragukan lagi cinta Queeny. Ia mencintaiku apa adanya, meski di matanya aku tak kaya, norak, dan udik. RALAT! Queeny mencintai Udin. Bukan Dean atau aku yang sebenarnya! Dean itu kaya, pemilik multi usaha yang bergerak di banyak bidang, dan tak sok narsis. Juga aku termasuk pria tampan yang jenius. Intinya aku adalah pria yang sangat diidamkan sebagai calon suami. Anehnya kini aku jadi tak pede mengakui identitasku yang sebenarnya pada Queeny. Jangan~jangan ia lebih mencintai Udin daripada Dean! Lalu seandainya ia menolakku sebagai Dean, apa yang harus kulakukan? Masa aku harus berperan jadi Udin selamanya? Aneh sekali. Tetap, seharusnya lebih baik aku mengatakan kebenarannya pada Queeny. Sakit kalau kita dibohongi terus menerus padahal kita sudah percaya

