Lisa berdiri di depan sebuah pintu keramat bagi anggota kepolisian. Di pintu itu -- kata para senior – adalah ruangan dimana berfungsi dua hal saja jika dimasuki. Yang pertama, karena memiliki masalah yang besar dan yang kedua karena memiliki prestasi. Lisa sadar diri bahwa dia bukan polisi yang akan mendapatkan bintang jasa. Meski ia mengharapkannya tapi dalam waktu dekat pun Lisa tak berani membayangkan hal itu. Jadi alasannya karena berprestasi, tentu adalah bukan. Jika itu adalah pilihan pertama maka Lisa dengan tegas ia tak melakukannya. Ia sendiri bahkan merasa puas dengan pekerjaannya yang meskipun masih belum diakui oleh yang lainnya, tapi untuk membuat sebuah masalah, ia yakin dengan percaya diri bahwa dia takkan melakukan itu. Lalu…di sinilah Lisa tengah berdiri. Meratapi dirin

