Setelah memeriksa keadaan Alice, mereka kembali ke rumah. Mino terlihat kusut dengan segala peristiwa hari ini. Sedangkan Irene terlihat melamun karena memikirkan banyak hal. Sesampainya di rumah mereka berdua masih sibuk dengan urusan masing-masing hingga suara deringan telepon menginterupsi Irene. Wanita berusia dua puluhan itu tampak mengeryitkan dahinya ketika melihat panggilan asing tersebut. Irene sedikit menjauh dari Mino yang kini terlihat sedang merebahkan tubuhnya di sofa itu. Irene sedikit ragu untuk mengangkatnya, tapi kemudian ia melakukannya setelah menggeser panel hijau itu ke atas. “Halo? Siapa ini?” Hening. Tidak ada suara apapun di ujung sana. Irene mencoba bertanya lagi namun tetap juga tak ada sahutan. Karena ia pikir ini adalah panggilan telepon orang yang hen

