"A..aku... Ituu.." "Kau sedang jalan-jalan?" Aku masih menunggu. Menunggu jawaban Irene yang ingin kudengar dengan sejujur-jujurnya. Tapi sepertinya dia sulit untuk mengatakannya. Irene masih diam bahkan saat kepala polisi menelponku lagi. "Ya. Aku ada di rumah." Kepala Tim yang menangani kasusku mengatakan bahwa ada temuan baru. Aku lantas menyanggupi dan menutup teleponnya. Aku bersiap dengan pakaianku. Ku kecup kening Irene sebelum pergi. Namun langkahku terhenti saat dia menarik lenganku. Dengan mata yang berkaca-kaca, Irene menceritakan semuanya. "Dia Charlie. Aku baru tahu dia Charlie saat aku ke panti tempatku dirawat dulu." "..." "Aku ke sana untuk menanyakannya tapi -" Ku peluk Irene erat dengan kata yang tak bisa tersampaikan. Aku percaya padanya. Tapi aku mulai tak y

