Irene pulang dengan kaki dan tubuh yang lesu. Ia masih tak menyangka bahwa selama ini Charlie ada di dekatnya. Masa lalunya pun kembali terbuka. Irene mulai teringat dengan rentetan kejadian memilukan yang pernah ia alami. Irene tak sanggup untuk melihatnya. Tapi semakin ia mencoba untuk menghilangkan peristiwa di kepalanya itu, semakin sering pula rincian kejadian yang ia ingin hapus terus bersarang di kepalanya. Irene mencoba meraih air minum yang ada di dekat meja, tapi karena ia gemetaran gelas tersebut pun akhirnya terjatuh tepat mengenai jari kakinya. Irene mengaduh kesakitan sambil menangis. Merasakan aliran darah kian muncul dari celah-celah jarinya. Beberapa pecahan gelas juga mengenai tapak kakinya yang tidak awas. Alhasil Irene hanya duduk di sana tanpa melakukan apapun.

