21

1064 Kata

21 "Tumben lu nelepon gue? Ngajakin gue ke cafe kayak gini, pasti lu patah hati kan? Akhirnya Kakak lu beneran jadian sama Ana, dan lu mau ngalihkan perhatian lu ke gue, gue mau lu jadikan pelarian, ya nggak maulah gue." Sesil mencebikkan bibirnya sambil bersedekap. Abimanyu hanya tersenyum, ia meraih gelasnya dan menikmati minumannya dengan pelan, satu dua sesapan dan meletakkan lagi di meja, ia tatap mata Sesil yang tiba-tiba saja gugup karena Abi tak juga bicara, hanya senyuman yang terasa aneh karena tak juga teralihkan dari mata Sesil yang akhirnya melepaskan kedua lengannya yang dengan angkuh saling menaut di depan dadanya. "Lu kenapa sih? Diem aja, liatin gue terus? Cinta lu ya ke gue?" Sesil menutupi kegugupannya dan lagi-lagi mengajak Abi bercanda. Abi menggeleng pelan. "Ngga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN