28

1079 Kata

28 Pandu dan Dayana akhirnya memutuskan mengakhiri masa bulan madunya lebih cepat setelah pulang dari rumah Sesil. "Nggak papa ya Sayang, kita pulang lebih cepat nanti kita bulan madu beneran ke Bali atau ke Singapura, kayaknya sudah nggak sehat ini, kita semakin banyak gangguan, mana mama terus nelepon karena Abi yang nggak pulang-pulang, lebih betah di apartemen dan ngintilin Sesil." Dayana hanya tersenyum, ia menyiapkan barang-barang yang akan dibawa pulang. "Nggak masalah, aku malah senang kita cepat pulang, aku ingin segera bekerja lagi di butik bersama ibu." Pandu tiba-tiba memeluk Dayana. "Nggak Sayang, nggak, kamu nggak boleh kerja, kamu sedang hamil aku nggak mau kamu kenapa-kenapa." Dayana tertawa pelan, ia pegang wajah Pandu dan mengusap pipinya. "Kalo aku nggak kerja ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN