Di sini lah Malvin kini berdiri, di depan ranjang rumah sakit yang di tempati oleh gadis yang begitu di cintai nya. Gadisnya terbaring lemah di atas sana, dengan begitu banyak alat rumah sakit yang menjadi alat penopang kehidupan nya. Mata indah itu, masih setia menutup di ruangan sunyi dan hanya terdengar bunyi monitor jantung yang menunjukkan garis bergelombang menandakan gadis itu masih bernyawa dan bernafas. Zeta sudah di pindah kan satu jam yang lalu ke ruangan perawatan vvip, namun bukan berarti gadis itu telah melewati masa kritis nya. Justru kondisi Zeta sekarang belum bisa di katakan stabil. Bayang-bayang wajah Zeta berputar begitu jelas di ingatan Malvin, bagaimana gadis itu tersrnyum, merengek kepada nya, tertawa dan menangis di depan nya begitu terekam jelas di benak Malvin.

