Dentuman musik yang begitu keras terdengar di ruangan tersebut, lampu berkelap kelip menambah kesan tersendiri, sorakan supporter dari masing-masing tim terdengar memenuhi podium tersebut. "Sayang! Kamu tunggu sini ya! Aku mau ke toilet dulu!" Zeta mengangguk, seraya tersenyum ke arah Malvin. Dia lalu menatap sekeliling tempat tersebut, mencari teman-teman nya di tengah keramaian itu. Brukkk... "Sorry!" Zeta mengangkat kepala nya. Mata nya dan si penabrak bertemu. "Jalan tu pake mata!" Zeta tersentak dengan nafas terengah, keringat dingin mulai membanjiri wajah nya. Malvin mempercepat langkah nya saat melihat Zeta yang tadi tertidur dengan kepala di rebahkan di meja, mendadak mengangkat kepala nya dengan nafas terengah. "Zi kamu kenapa? Hey!" Malvin menangkup wanah berkeringat mil

