Dua Puluh (end)

2538 Kata

Aku tak bisa menjangkau Ardra. Semua kontaknya dihapus Papa, dan aku tak diizinkan kemana-mana sendirian. Sumpah, ini liburan semester tersengsara yang pernah kualami. Kalian tahu? Mencintai Ardra saat ini itu seperti bernafas dalam air. Semakin aku mencoba, paru-paruku semakin sesak. Dan ini membunuhku perlahan. Setiap malam, aku memandangi foto-foto kami selama dua tahun terakhir ini, ada dalam album yang diberikan Ardra kepadaku saat kami merayakan anniversary ke-2. Hanya ini yang aku punya karena ponselku sekarang sudah diganti paksa oleh Papa beserta nomor dan semua akun sosial mediaku. Dunia ternyata bisa seneraka ini ya?? Aku menarik nafas panjang, membuka laci tempat aku menyimpan walkman dari Ardra yang isinya ada satu kaset kompilasi lagu untuk mengantarku tidur. Aku memasang

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN