Teman-teman Ardra pulang sekitar pukul setengah sepuluh malam. Saat ini aku dan Ardra sedang kerja bakti membersihkan rumah yang porak-poranda karena kedatangan tamu tadi. "Temen kamu asik-asik ya!" Kataku sambil mengumpulkan s****h lalu memasukannya ke trashbag yang sudah disediakan Ardra. "Yaps, bikin hidup dinamis. Apalagi si Joni, hiburan banget." "Joni beneran homo?" Tanyaku. "Kaga, dia emang pembawaannya kalem kemayu gitu, dalemannya mah laki kok!" "Eh iya, temen kamu kok kalo ngomong pada gak disensor sih?" Ardra tertawa. Seperti biasa, dia tertawa, aku jatuh cinta. "Haha ngomong soal v****a, testis, p***s, p****g dan lain-lain tadi?" Tanyanya. Aku mengangguk. "Apa yang harus disensor? Itu kan bahasa yang benar, gak tabu loh nyebutin itu, malah sebagian kan bahasa latin. Apa

