Tujuh Belas

1913 Kata

Pagi ini aku terbangun dalam pelukan Ardra, aku masih bisa merasakan suhu tubuhnya yang masih tinggi. Malah kayanya lebih parah dari semalam. Pelan-pelan, kuangkat tangan Ardra yang melingkar di pinggangku, lalu turun dari kasur. Kuambil baju dan celanaku lalu berjalan menuju kamar mandi. Aku mencuci muka dan kumur-kumur, lalu melepaskan kaus dan celana pendek milik Ardra, berganti memakai bajuku lagi. Setelah itu, aku meraih kunci motorku yang tergeletak di meja, mengambil dompet dari tasku lalu turun ke lantai satu. Aku mengeluarkan motor dari rumah lalu mengarahkannya ke taman komplek dan mencari sarapan untuk Ardra. Melihat tukang ketoprak dan tukang bubur, aku berhenti. Aku kaget setengah mati saat melihat Mama ada di balik gerobak tukang ketoprak. Bukan! Mama gak jualan ketoprak,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN