CHAPTER SEVENTEEN

2280 Kata

Alfaro berjalan perlahan dibalik pagar biru. Ia mengintip dari balik celah. Seorang cewek berambut panjang sedang tersenyuk kepada beberapa anak-anak yang mengerumuninya. Air mata Alfaro terjun bebas, membasahi pipi putihnya yang kini memerah. "Bella," gumamnya. Ia berjalan menghampiri Bella. Cewek yang tadinya sibuk bercerita bersama anak-anak, langsung menoleh ke belakang saat mendengar seseorang membuka gerbang. Bella tertegun. Alfaro berdiri sambil menatap Bella dengan mata yang sudah memerah. Alfaro bukan tipe cowok yang mudah menangis, namun saat melihat Bella dengan matanya, rasanya gengsi itu tidak ada artinya. "Bella," panggil Alfaro. Bella berdiri dengan mata berkaca-kaca. Cewek itu berlari kecil kemudian memeluk Alfaro erat. Alfaro membalas pelukan itu sama eratnya, kemudia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN