Happy Reading . . . “Kesya?!” Wanita itu sudah hilang kesadaran, dan cairan kental sudah mengalir deras melewati kaki mulusnya. Apa lagi ini? Sekuat tenaga Rangga menahan kewarasannya agar bisa membawa istrinya ke rumah sakit dengan selamat. Sepanjang jalan, ia menyetir dengan dihantui rasa takut. Ini salahnya, ia benar-benar salah. Berkali-kali Rangga menekan klakson untuk membuat kendaraan di depannya meminggir. Tidak, Rangga tidak akan membiarkan miliknya pergi lagi, sekalipun takdir yang menginginkannya. “Gimana keadaan istri kamu?” tanya Rindu, menghampiri anaknya yang terduduk lesu di sudut. Rangga sama sekali tidak bergerak, ia tak tahu harus menjawab apa. Tak lama kemudian, seorang berjubah putih keluar dari dalam ruangan, Rangga pun segera menghampirinya. “Kami harus segera

