Cup Rangga mengecup bahu Kesya yang sedang membasuh piring di depan washtafel . Kesya mengangkat bahu nya membuat Rangga menghentikan aksinya. "Kenapa masalah kecil seperti ini selalu bikin kamu marah?" Ucap Rangga penuh kelembutan "Heyyy.. sayang" Rangga melingkarkan tangannya pada perut buncit istrinya "Kenapa kamu susah payah begini? Kan ada si bibik" ucap Rangga lagi Cup Rangga mengecup pipi kiri Kesya lalu kembali menyimpan dagunya di atas bahu istrinya Kesya membasuh tangannya, padahal pekerjaannya belum selesai "Kenapa masih disini?" Tanya Kesya ketus sambil memutar tubuhnya, membuat Rangga sedikit menjauhkan tubuhnya. Rangga meraup wajah Kesya dengan kedua tangannya "Kamu harus nurut" ucapnya sedikit menekan tapi tidak menghilangkan kelembutannya "Ck sana berangkat" Kesya

